Penjelasan Lengkap Menaker Ida Soal THR Lebaran Driver Ojol

Cari Kabar – Wacana pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran bagi para driver ojek online (ojol) sempat menjadi pembicaraan hangat, tetapi harapan para driver ojol tersebut akhirnya pupus. Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah memberikan penjelasan lengkap terkait nasib THR bagi para driver ojol.

Menurut Ida, imbauan untuk memberikan THR kepada para driver ojol tidak termasuk dalam ruang lingkup surat edaran THR yang dirilis oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker). Ia menyatakan bahwa imbauan tersebut hanya merupakan niat baik dari Kemnaker untuk mendorong aplikator ojek atau driver online untuk memberikan perhatian kepada mitra mereka.

Menaker juga menyadari bahwa hubungan antara aplikator dan pengemudi ojol bukanlah hubungan kerja melainkan kemitraan. Oleh karena itu, ia berharap agar aplikator juga memberikan perhatian kepada nasib para pengemudi ojol.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, mengimbau agar THR diberikan kepada driver ojol. Putri menyebut bahwa meskipun driver ojol bekerja sebagai mitra, mereka termasuk dalam kategori Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan oleh karena itu berhak mendapat THR sesuai dengan Surat Edaran (SE) THR yang disampaikan oleh Kemnaker.

Namun, menurut Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari, Kemnaker memberikan perhatian kepada ojol dan mengimbau perusahaan aplikasi untuk memberikan THR.

Dalam tanggapannya, SVP Corporate Affairs Gojek, Rubi W. Purnomo, menegaskan bahwa hubungan antara perusahaan aplikasi dan driver ojol adalah kemitraan, bukan hubungan kerja. Gojek telah memiliki program Gojek Swadaya yang bertujuan untuk membantu meringankan biaya operasional para pengemudi, termasuk pada momen tertentu seperti bulan Ramadan dan Lebaran.

Sementara itu, Grab Indonesia berjanji untuk memberikan insentif khusus kepada para driver saat Hari Raya nanti, sesuai dengan imbauan Kemnaker. Insentif ini akan diberikan pada hari pertama dan kedua Lebaran, dengan bentuk dan mekanisme yang disesuaikan oleh pihak Grab Indonesia.

 

Sumber : cnbcindonesia.com