Kenaikan UMP Sumatera Utara Tahun 2024: Hanya Kompensasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Cari KabarUpah Minimum Provinsi (UMP) di Sumatera Utara mengalami peningkatan sebesar 3,67 persen menjadi Rp 2.809.915 pada tahun 2024. Walau angka ini mencerminkan peningkatan, para ahli ekonomi menganggap bahwa kenaikan tersebut sebagian besar hanya bertujuan sebagai kompensasi terhadap lonjakan harga beras dan gula pasir di pasar. Gunawan Benjamin, seorang ekonom di Sumatera Utara, menyampaikan pandangannya kepada media pada hari Selasa, 21 November 2023.

Menurut Gunawan, jika dilihat dari performa ekonomi secara keseluruhan di Sumatera Utara, kenaikan UMP ini mungkin akan berdampak pada kinerja perusahaan di beberapa sektor. Namun, sekitar 69 persen dari kenaikan UMP sebesar Rp 99.822 diperkirakan akan habis untuk menanggulangi kenaikan harga beras dan gula pasir yang signifikan. Harga beras telah meningkat sebesar 8,3 persen sejak awal tahun 2022, sementara gula pasir melonjak sekitar 13 persen dalam periode yang sama.

Gunawan membuat asumsi bahwa kepala keluarga dengan satu sumber pendapatan sebesar UMP harus menanggung biaya untuk satu istri dan dua anak. Dengan kenaikan UMP sebesar 3,67 persen, sekitar 68.800 (69%) dari kenaikan upah tersebut diproyeksikan akan digunakan untuk menutupi kenaikan harga beras dan gula pasir. Ia juga menyoroti kenaikan harga cabai yang mencapai rata-rata Rp 80 ribu per kg saat ini, yang mungkin memperumit kemampuan kenaikan UMP untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Menurut Gunawan, realisasi kenaikan UMP di Sumatera Utara lebih terkait dengan performa sektor manufaktur di wilayah tersebut. Sejak awal tahun 2023 hingga kuartal ketiga, sektor manufaktur mengalami kenaikan sebesar 3,54 persen secara kumulatif. Meskipun beberapa pekerja bekerja di sektor lain, Gunawan berharap bahwa perusahaan dengan kondisi bisnis yang berkembang di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dapat memberikan kenaikan upah yang lebih besar kepada pekerjanya.

Pemerintah juga telah melakukan intervensi dengan program bantuan kepada masyarakat, yang lebih mendorong pertumbuhan sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor usaha transportasi dan pergudangan. Meskipun dua sektor ini mengalami pertumbuhan kumulatif sebesar 5,45 persen dan 13,39 persen pada tahun 2023, Gunawan menyoroti bahwa pertumbuhan lapangan pekerjaan di dua sektor ini tidak sebanding dengan sektor manufaktur.

Dengan demikian, Gunawan menyimpulkan bahwa kenaikan UMP lebih mencerminkan kondisi ketenagakerjaan di sektor manufaktur. Meskipun pemerintah telah berusaha mendorong pertumbuhan sektor lain, sektor manufaktur tetap menjadi yang paling dominan dalam menyerap tenaga kerja atau buruh. Oleh karena itu, harapan untuk kenaikan upah yang lebih signifikan dapat bergantung pada kinerja perusahaan di sektor manufaktur yang unggul dalam menyerap lapangan pekerjaan.

 

Sumber : umsu.ac.id