Pertamina Marine Engineering Gandeng Grup Damen untuk Ekspansi Penyediaan Marine Sparepart

Cari Kabar – Pada Kamis, 14 Maret 2024, PT Pertamina Marine Engineering (PME), sebuah anak perusahaan dari PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Damen Schelde Marine Services Pte Ltd (DSMS), bagian dari grup Damen yang berbasis di Singapura.

Kerjasama ini meliputi penyediaan marine sparepart dengan standar kualitas Engine Maker Standard. Penandatanganan dilakukan di kantor pusat DSMS di Singapura.

Menurut Sonny Mirath, VP Legal & Relations PT Pertamina Trans Kontinental, kerja sama ini merupakan terobosan baru dan semangat ekspansi bagi PME untuk menjadi penyedia marine sparepart dengan standar internasional.

MoU ini juga memperkuat posisi Pertamina Marine Engineering sebagai pusat marine engineering dengan standar internasional yang menyediakan berbagai layanan seperti dredging, salvage, under water services, waste management, fresh water provider, dan Engineering, Procurement and Construction (EPC), dengan izin usaha dan peralatan yang memadai.

Selain itu, kerjasama ini menjadi langkah bagi PME untuk memulai kemitraan internasional dan menjadi penyedia marine sparepart dengan kualitas Engine Maker Standard untuk mendukung keandalan Armada Kapal Pertamina Group dan perusahaan pelayaran lainnya di Indonesia.

Hingga saat ini, PME telah memiliki izin usaha untuk berbagai layanan marine services dan mengoperasikan 2 galangan kapal, yaitu Dockyard Sorong dan Dockyard Bagus Kuning di Palembang. Dockyard tersebut memiliki peran penting dalam perbaikan kapal di wilayah barat dan timur Indonesia.

Damen Group, yang berpusat di Belanda, adalah produsen marine sparepart (khususnya untuk vessel engine) dengan 18 shipyard yang tersebar dari Eropa hingga Uni Emirat Arab.

Kerjasama antara PME dan DSMS diharapkan akan membangun skema bisnis yang berkelanjutan dalam penyediaan marine sparepart di Pertamina Group & Perusahaan Pelayaran Domestik, serta memasuki pasar Oil & Gas Company di kawasan Asia Tenggara.

 

Sumber : liputan6.com