Italia Akui Kesalahan Bergabung Dengan Program Infrastruktur Jalur Sutra Unggulan China!

Cari Kabar – Italia memberikan pengakuan mengejutkan terkait keputusan mereka untuk bergabung dengan program infrastruktur Jalur Sutra unggulan China, yang lebih dikenal sebagai Belt and Road Initiative (BRI). Menurut Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, keikutsertaan negara tersebut dalam program tersebut dianggap sebagai kesalahan yang berdampak buruk.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Corriere della Sera, Guido Crosetto menyatakan bahwa keikutsertaan Italia dalam BRI tidak memberikan manfaat untuk meningkatkan ekspor negaranya. Sebaliknya, Italia mengalami peningkatan impor produk dari China, sehingga negaranya terjajah oleh produk-produk China.

“Kami telah mengekspor banyak jeruk ke China. Namun, ekspor mereka ke Italia justru tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Ini adalah sesuatu yang sangat konyol,” ujar Crosetto.

Hal ini mengakibatkan Italia terjebak dalam pertanyaan yang rumit, yaitu bagaimana mereka dapat keluar dari kerja sama BRI tanpa merusak hubungan dengan Beijing. China bukan hanya menjadi pesaing bagi Italia, tetapi juga dianggap sebagai sahabat. Perdana Menteri Italia sebelumnya telah menyatakan bahwa keanggotaan Italia di BRI bisa berakhir pada tahun 2024.

Meskipun begitu, ada keyakinan bahwa Italia masih dapat menjalin hubungan yang baik dengan China di luar kerangka kerja BRI.

BRI adalah program ambisius yang digagas oleh Presiden China, Xi Jinping, pada tahun 2013. Program ini bertujuan untuk membangun kembali Jalur Sutra China, menghubungkan wilayah Asia dengan Afrika dan Eropa. Diharapkan bahwa keterhubungan ini akan meningkatkan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.

Sejak diperkenalkan, BRI telah menghasilkan investasi miliaran dolar dalam berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pengaspalan jalan raya dari Papua Nugini ke Kenya, pembangunan pelabuhan dari Sri Lanka ke Afrika Barat, hingga penyediaan infrastruktur listrik dan telekomunikasi di Amerika Latin hingga Asia Tenggara.

Namun, program ini juga menuai kritik dari beberapa pihak yang melihatnya sebagai upaya China untuk memperluas pengaruhnya di seluruh dunia dengan menggunakan jeratan utang. Dampak dari keikutsertaan Italia dalam BRI menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan kerja sama antara Italia dan China.

Sumber : cnnindonesia.com