Mengenal Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Mobil Bekas: Berhati-hatilah Sebelum Membeli!

Cari Kabar – Pemilik mobil yang hendak menjual kendaraannya harus berhati-hati, karena ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi harga mobil bekas. Mari kita simak ulasan berikut ini untuk mengetahui faktor-faktor tersebut.

Salah satu faktor yang dapat membuat harga jual mobil bekas merosot adalah penyegaran model dan diskon besar-besaran yang diberikan oleh dealer mobil baru. Ketika model baru diluncurkan atau terjadi facelift, harga mobil bekas yang tipe yang sama cenderung turun. Selain itu, jika terdapat stok mobil baru yang banyak dan dealer memberikan diskon besar-besaran, harga mobil bekas juga akan turun karena kaitannya dengan penjualan mobil bekas yang bisa dilakukan dengan uang muka rendah. Hal ini dapat menyebabkan sulitnya menjual mobil bekas dengan harga yang diinginkan.

Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi harga mobil bekas adalah kondisi fisik mobil itu sendiri. Jika mobil mengalami karat dan tidak dirawat dengan baik, hal ini akan signifikan mempengaruhi nilai jual kembali. Bahkan karat kecil sekalipun dapat menyebar dan mempengaruhi bagian-bagian penting seperti suspensi, sasis, dan komponen lainnya. Jika terjadi ketidaksesuaian antara nomor rangka dan nomor mesin dengan dokumen BPKB serta STNK, hal ini juga dapat mempengaruhi nilai jual mobil bekas.

Selanjutnya, mobil bekas yang pernah mengalami kecelakaan juga akan mengalami penurunan nilai jual. Karena kita tidak dapat mengetahui secara pasti seberapa besar kerusakan yang terjadi pada kendaraan tersebut, hal ini dapat menurunkan nilai jualnya.

Selain itu, jarak tempuh atau kilometer yang tinggi pada mobil bekas juga sering kali menjadi pertimbangan dalam penentuan harga jual. Mobil bekas dengan jarak tempuh tinggi kerap dipandang kurang tahan lama. Sebagai patokan, mobil dengan kilometer rendah dianggap lebih bernilai, dan biasanya mobil dengan jarak tempuh di bawah 15.000 km per tahun lebih diminati.

Modifikasi mobil mungkin menjadi cara bagi pemilik mobil untuk membuatnya terlihat berbeda. Namun, modifikasi mobil yang tidak sesuai dengan standar pabrikan dapat menyebabkan penurunan harga mobil bekas. Pembeli mobil bekas umumnya lebih memilih kendaraan dengan kondisi standar pabrikan.

Selanjutnya, aspek teknis juga berperan penting dalam penentuan harga jual mobil bekas. Dokumen-dokumen yang jelas seperti nomor rangka dan nomor mesin yang terbaca dengan baik sangat penting. Selain itu, mobil bekas yang pernah mengalami banjir atau kecelakaan pasti akan mengalami penurunan nilai jualnya.

Penting untuk diingat bahwa banyak faktor selain kondisi pasar yang dapat mempengaruhi harga jual mobil bekas. Kondisi surat-surat, kondisi unit, jarak tempuh, dan faktor-faktor lainnya juga berperan dalam menentukan harga jual mobil bekas.

Sebagai salah satu penyedia jasa pembelian mobil bekas, Caroline menjamin kepuasan pelanggan melalui inspeksi 150 titik dan memberikan garansi 7G+ yang meliputi garansi servis dan ganti oli, dokumen asli, garansi mesin, transmisi, dan rem, garansi AC dan sistem elektrikal, serta garansi bebas banjir dan kecelakaan besar. Namun, perlu diperhatikan bahwa jika terdapat indikasi yang menunjukkan adanya kasus-kasus tersebut, garansi buyback tidak berlaku sepenuhnya, dan pelanggan tidak akan mendapatkan pengembalian uang secara penuh.

Caroline memahami kekhawatiran dan risiko yang sering dihadapi pelanggan dalam membeli mobil bekas. Oleh karena itu, melalui program Garansi 7G+, Caroline berkomitmen untuk memberikan kepercayaan dan kepuasan kepada pelanggan.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini dan dengan memilih penyedia jasa pembelian mobil bekas yang tepercaya, pemilik mobil dapat memastikan bahwa mereka mendapatkan nilai yang adil untuk mobil bekas mereka, sementara pembeli mobil bekas dapat memperoleh kendaraan yang berkualitas dengan harga yang sesuai.

Sumber : detik.com