Luhut Putuskan Indonesia Impor KRL Baru bukan Bekas

Cari KabarIndonesia akan melakukan impor tiga trainset Kereta Rel Listrik (KRL) baru untuk mengganti unit yang lama. Hal itu merupakan keputusan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. 

Menurutnya, keputusan ini diambil setelah pertemuan yang ia lakukan dengan beberapa pemangku kepentingan. Luhut memastikan pemerintah melalui PT KAI (Persero) harus mengimpor tiga unit KRL baru mulai 2024 hingga 2025, sebab beberapa unit KRL akan dipensiunkan.

“Saya minta dari tiga, empat hari lalu untuk mengambil langkah-langkah apa yang dilakukan supaya tidak terganggu angkutan dengan kereta api,” ungkap Luhut saat hadir di Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di area Halim, Jakarta Timur, Kamis (22/6).

“Ternyata bisa, tapi kita memang harus mengimpor barang baru. Tapi kita akan mengimpor tiga saja yang baru, untuk menutupi. Kritisnya hanya tahun depan dan 2025,” sambung Luhut.

Pemerintah tidak mungkin mengimpor KRL bekas dari Jepang, seperti yang telah diwacanakan sebelumnya. Sehingga, Ia memutuskan untuk mengimpor tiga trainset baru itu.

Mengimpor KRL bekas berpotensi untuk melanggar tiga aturan yakni Peraturan Presiden (Perpres), aturan di Kementerian Perindustrian, serta aturan Kementerian Perhubungan.

“Jadi sudah kita rapatkan mengenai KRL, kita tidak akan mengimpor barang bekas karena itu melanggar tiga aturan. Satu perpres, yang kedua (Kementerian) Perindustrian, dan Kementerian Perhubungan,” kata Luhut.

Rencana Impor KRL Bekas

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik PH&H Public Policy Interest Group Agus Pambagio menyebut rencana itu mengemuka lantaran nasib 200 ribu penumpang KRL di ujung tanduk.

Rencana itu merupakan buntut dari tidak jelasnya pergantian armada KRL yang dilakukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI). Agus mengatakan beberapa armada KRL harus pensiun dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan data yang dimilikinya, tahun ini ada 10 rangkaian KRL Jabodetabek yang harus dipensiunkan. Hingga 2024 setidaknya akan ada 16 total rangkaian KRL yang harus pensiun.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo pun turut merespons keputusan pemerintah melalui ucapan Luhut sebelumnya.

Ia mengatakan, keputusan untuk tidak mengimpor KRL bekas akan berpengaruh terhadap nilai investasi yang harus dikeluarkan KAI serta biaya subsidi seperti PSO (Public Service Obligation). Dalam hal ini, biaya yang akan dikeluarkan KAI akan meningkat.

Sumber: CNN Indonesia