Ekonomi Sirkular di Jateng Inisiasi Ganjar Bakal Libatkan Anak Muda

Cari KabarEkonomi sirkular bakal diterapkan untuk membangun Jawa Tengah (Jateng). Konsep ini diinisiasi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Adapun potensi sumber daya yang akan dieksekusi Ganjar meliputi panas matahari, gas rawa, geothermal, angin serta air. 

Ganjar akan mengembangkan energi terbarukan (EBT) melalui pemanfaatannya. Energi tersebut akan disalurkan dalam bentuk geothermal, PLTS, hingga saluran gas pengganti LPG 3 kilogram. 

“Kalau kemudian masyarakat punya problem di tempatnya masing-masing dan dia ingin menyelesaikan, itu berdasarkan sumber atau resorces yang ada di situ, mereka mampu untuk mengolahnya kembali,” tutur Ganjar. 

Apa Itu Ekonomi Sirkular?

Ekonomi sirkular merupakan konsep yang memungkinkan sumber daya bisa dipakai selama mungkin dan dapat diregenerasi. 

Konsep ekonomi ini merupakan tren yang sering dipakai masyarakat dalam menjaring usaha. Sebagai contoh, pengolahan kulit buah, ampas tahu, dan bahan lainnya menjadi produk yang memiliki nilai jual. 

Dalam hal ini, Ganjar berkomitmen melibatkan generasi muda yang kreatif untuk mengembangkan ekonomi sirkular. Sehingga dapat menyelesaikan sejumlah masalah di masyarakat, khususnya yang ramah lingkungan. 

“Banyak sekali kelompok masyarakat yang muda dan demen banget sama ekonomi sirkular. Generasi muda sekarang itu sangat berorientasi pada isu lingkungan, bagaimana kemudian dunia itu lebih baik dan lebih nyaman, semua yang hari ini mengganggu, contohnya sampah begitu, mereka mencoba mengolah,” kata Ganjar. 

Ia menyebut, pemerintah bisa menerapkan konsep itu untuk memajukan ekonomi rakyat melalui kreativitas anak muda. Berkat penerapan ekonomi sirkular, Pemerintah Provinsi Jateng berhasil memperoleh penghargaan perencanaan pembangunan daerah terbaik dari Bappenas sebanyak tiga kali, yakni tahun 2019, 2020, dan 2023. 

“Kalau kemudian ada efek-efek penghargaan itu, itu bukan tujuan, yang penting substansinya banyak sekali kelompok masyarakat, anak muda, yang demen (suka) banget sama ekonomi sirkular,” kata Ganjar. 

Ganjar berharap, banyak masyarakat yang menggunakan EBT dalam kehidupan sehari-hari dari penerapan ekonomi sirkular. Ia juga berharap semakin banyak anak muda yang menerapkan konsep tersebut. 

“Ya mudah-mudahan makin banyak menjadi trend center ya ekonomi sirkular dan kemudian orang akan mau melakukan aktivitas di situ,” pungkasnya. 

Ekonomi sirkular yang diinisiasi Ganjar di Jateng sejalan dengan arah pembangunan Indonesia untuk mencapai zero emission di tahun 2060 mendatang. Upaya Ganjar ini juga menekan emisi yang ditargetkan berkurang 29 persen di tahun 2030. 

Sumber: Jawapos.com